Pencurian dan Pengelapan di Dalam Hukum Pidana Indonesia

Narasumber: Maria Ulfah, S.H., M.Hum.

Tanggal: 19 Mei 2011

Hukum adalah salah satu bidang yang erat terkait dengan kehidupan kita sehari-hari, tidak dapat dipungkiri bahwa hampir sebagian besar aspek kehidupan kita sebagai makhluk pribadi maupun makhluk sosial diatur di dalam hukum. Hukum tersebut dimaksudkan untuk mengatur perilaku manusia di dalam kehidupan bermasyarakat antara satu dengan yang lainnya.

Hukum ini pun terbagi ke dalam beragam jenis hukum, salah satunya adalah Hukum Pidana yang sering terdengar atau terlihat saat kita mendengarkan radio, menonton televisi atau pun membaca media massa. Hukum Pidana secara singkat berisi ketentuan mengenai larangan melakukan perbuatan tertentu yang disertai ancaman sanksi bagi siapa saja yang melanggarnya. Di dalam Hukum Pidana ini tercakup beragam tindak pidana (larangan dalam Hukum Pidana) yang mungkin tidak semuanya dikenal oleh masyarakat pada umumnya tetapi sering terjadi.

Dari beragam tindak pidana yang ada di Hukum Pidana Indonesia, pada siaran kali ini akan dibahas mengenai pencurian dan penggelapan. Kedua tindak pidana ini yang dibahas karena keduanya merupakan tindak pidana yang sepintas seperti sama tetapi sebenarnya memiliki perbedaan yang mendasar.

Pencurian adalah tindak pidana yang diatur di dalam Pasal 362 hingga Pasal 367 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Seseorang dikatakan mencuri jika ia mengambil barang sesuatu yang seluruh atau sebagian adalah kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum. Pencurian ini bisa terjadi karena kurangnya lapangan kerja, tingkat pengangguran tinggi, dan harga kebutuhan hidup meningkat.

Tujuan pengaturan tindak pidana pencurian dan penggelapan adalah untuk melindungi hak milik orang lain. Jenis-jenis pencurian yang ada di KUHP adalah:

Pencurian dalam bentuk pokok

melanggar Pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 900 rupiah.

Pencurian dengan unsur memberatkan

Pencurian jenis ini terbagi menjadi 2:

1) melanggar Pasal 363 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun:

  1. pencurian ternak;
  2. pencurian pada waktu ada kebakaran, letusan, banjir gempa bumi, atau gempa laut, gunung meletus, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau bahaya perang;
  3. pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya;
  4. pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu;
  5. pencurian yang dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat atau memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

Atau melanggar Pasal 363 ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun bagi yang melakukan di poin c disertai dengan poin d atau poin e.

2) melanggar Pasal 365 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun untuk pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan/ ancaman kekerasan terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian atau dalam hal tertangkap tangan untuk memungkinkan melarikan diri atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan “perampokan”).

3) melanggar Pasal 365 ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun jika:

  • perbuatan dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah/ pekarangan tertutup yang ada di rumahnya, di jalan umum, dalam kereta api atau trem yang sedang berjalan;
  • perbuatan dilakukan oleh 2 orang/ lebih dengan bersekutu;
  • masuk ke tempat melakukan kejahatan dengan merusak atau memanjat atau memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu;
  • perbuatan mengakibatkan luka berat.

4) melanggar Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun jika perbuatan mengakibatkan kematian;

5) melanggar Pasal 365 ayat (4) KUHP dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun jika perbuatan mengakibatkan luka berat atu kematian dan dilakukan oleh 2 orang/ lebih dengan bersekutu, disertai pula oleh salah satu hal yang diterangkan pada Pasal 365 ayat (1) dan ayat (3) KUHP.

Pencurian dengan unsur meringankan

melanggar Pasal 364 KUHP dengan ancaman pidana paling lama tiga tahun atau pidana denda paling banyak 250 rupiah. Jenis pencurian ini hingga saat ini jarang ada di putusan hakim. Ciri dari jenis pencurian ini adalah tidak dilakukan dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya dan barang yang dicuri tidak lebih dari 25 rupiah.

> Radio Chevy 103, 5 FM, Hukum PidanaPermalink

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>